Selasa, 20 April 2010

Know Your Heart Before Training Part II

Setelah mengetahui beberapa kondisi jantung yang sering terjadi, pembahasan berikutnya adalah mengenai olah raga apa yang boleh dan tidak boleh bila memiliki gangguan jantung tersebut.

Saya harap anda jangan salah persepsi dalam membaca artikel ini, karena pada dasarnya, olah raga adalah hal yang sangat dianjurkan pada orang dengan gangguan jantung, namun harus dipilih jenis nya berdasar intensitas, sifat dan frekuensi

Pada orang dengan kondisi jantung yang sehat, usia muda, tidak ada halangan untuk melakukan olah raga apapun, Bahkan hal ini adalah suatu keharusan karena akan melatih jantung untuk bekerja dengan baik, memperbaiki sirkulasi dengan menurunkan kolesterol sehingga tidak menumpuk di dinding pembuluh darah, memperbaiki sensitifitas insulin sehingga memperlambat munculnya penyakit kencing manis serta banyak efek baik lainnya.

Pada orang yang telah memiliki gangguan jantung perlu perubahan pola olah raga. Pada prinsipnya, olah raga yang dianjurkan adalah yang bersifat CRIPE (Continuous, rhythmical, interval, progressive dan endurance) seperti olah raga yang disarankan pada penderita kencing manis. Jenis olah raga ini antara lain renang, jogging/ lari treadmill dengan intensitas sedang. Sedangkan olah raga yang tidak dianjurkan adalah yang bersifat eksplosif seperti tennis, badminton, dan sayangnya juga termasuk angkat berat.

Pertanyaan yang timbul adalah kenapa beberapa olah raga diatas tidak boleh dan justru berbahaya? Seperti yang sudah saya bahas sebelumnya bahwa jantung adalah organ otot untuk memompa darah. Pada kondisi dimana otot ini sudah lemah (jangan samakan dengan bisep anda yang bisa dilatih untuk menjadi kuat), maka olah raga tersebut memaksa jantung yang sudah lemah ini untuk bekerja melebih kapasitasnya, akibatnya adalah bahwa kebutuhan energy badan saat olah raga tidak dapat dipenuhi oleh kiriman darah dari jantung, sehingga suplai darah ke otak atau paru turun mendadak dan dapat menimbulkan kematian.

Pada orang dengan penyakit jantung koroner dimana telah terjadi penyumbatan dari dinding pembuluh darah, olah raga yang bersifat eksplosif juga berbahaya karena adanya stress mendadak akan mengakibatkan pecahnya tumpukan kolesterol dalam dinding koroner dan mencetuskan reaksi berantai yang berakhir pada sumbatan total aliran darah koroner. Apa yang terjadi bila terjadi sumbatan total? Terjadi kerusakan otot jantung karena tidak ada aliran darah yang memberikan nutrisi pada otot tersebut.


Apa yang dapat dilakukan untuk antisipasi?

Anda tidak perlu menjadi terlalu was-was setelah membaca artikel ini. Perhatian lebih perlu diberikan jika anda memiliki beberapa factor risiko dibawah ini

1. Penyakit kencing manis
2. Darah tinggi yang tidak terkontrol
3. Obesitas
4. Riwayat penyakit jantung dalam keluarga
5. MEROKOK
6. Kolesterol tinggi
Bila terdapat 2 atau lebih factor risiko diatas saya sarankan untuk pemeriksaan jantung untuk mengetahui kondisi jantung anda dan olah raga yang sesuai.

Tidak ada komentar: