Selasa, 20 April 2010

Alasan & Motivasi

Apa kabar semua? Pada kesempatan kali ini, saya ingin mengajak Anda kembali ke titik awal diet Anda. Apa yang menjadi alasan awal dan motivasi Anda untuk melakukan diet dan berolahraga? Meskipun banyak di antara Anda yang melakukan diet tanpa mau berolahraga, tetapi saya akan berasumsi disini bahwa Anda akan melakukan yang benar dan terbaik untuk diri Anda yaitu mengatur pola makan dan mengatur jadwal berolahraga yang tepat.

Selama ini saya selalu membahas tentang bagaimana mengatur pola makan yang benar, apa yang boleh dan tidak boleh dimakan, bagaimana latihan yang tepat untuk membakar lemak dengan cepat, dan masih banyak lagi hal-hal teknis seperti itu. Tetapi akhirnya saya menyadari satu hal. Semua pola makan dan jadwal latihan itu tidak akan ada gunanya apabila Anda tidak mau melakukannya kan? Dari situ saya mulai berpikir, apa sih yang sebenarnya mendorong Anda untuk memulai ini semuanya?

Pernah dulu ketika saya sedang makan siang dan ngobrol bersama Romy Rafael. Saya bertanya 1 hal kepada Romy, “Rom gimana sih cara menghipnosis orang supaya berhenti merokok? Saya pengen membantu temen saya yang perokok berat tapi tidak mau berhenti”. Apa jawab Romy? Dia mengatakan bahwa tanpa adanya dorongan dari dalam diri seseorang, tidak akan bisa dihipnosis untuk berhenti merokok. Yang bisa dibantu adalah seseorang yang “mau” berhenti tetapi kesulitan. Hal itu membutuhkan yang biasanya disebut “turning point” atau titik balik. Sebagai contoh, orang yang benar-benar tidak mau berhenti merokok tadi tahu-tahu divonis dokter kena kanker paru-paru, kemudian dia shock dan berhenti merokok. Tetapi kondisi ini biasanya sudah terlambat.

Nah kembali lagi ke masalah diet dan olahraga, sambil melanjutkan obrolan kami, saya mengaitkan kedua hal tersebut. Jarang sekali orang yang dengan sadar mau berolahraga dan diet sebelum mengalami turning point tersebut. Orang berolah raga setelah divonis dokter mereka menderita obesitas, diabetes, cholesterol tinggi, yang memang solusinya adalah olahraga (selain obat tentunya). Hal ini tentu amat disayangkan bukan…..

Tetapi untungnya, belakangan ini, kesadaran masyarakat untuk berolahraga dan mengatur pola makan sudah mulai meningkat. Banyak sekali makanan-makanan sehat yang dijual dimana-mana. Gym-gym mulai banyak menjamur di berbagai sudut kota. Tetapi meskipun kenyataannya semakin banyak orang berolahraga, saya masih melihat orang berolahraga dengan BUTA. Apakah Anda salah satunya?

Bersambung…..

Tidak ada komentar: