Jumat, 02 Desember 2011

Olahraga Dorong Orang Jadi Mau Makan Sehat

img 
 
Olahraga atau latihan fisik secara teratur ternyata dapat menyebabkan perubahan kerja dan struktur otak. Orang yang senang olahraga otaknya menjadi lebih terkontrol dalam mempengaruhi perilaku makan dan mendorongnya untuk memilih makan sehat.

Menurut hasil studi baru, olahraga dapat mendorong pola makan sehat dengan mengubah bagian otak yang mempengaruhi perilaku impulsif (terus menerus). Ulasan studi baru tersebut dilakukan oleh para peneliti dari Spanyol dan Amerika Serikat yang telah diterbitkan dalam Obesity Reviews.

Para peneliti menyimpulkan bahwa dalam kehidupan sehari-hari orang memang dikelilingi oleh makanan-makanan lezat yang menggoda. Sehingga, bagian dari otak yang bertanggung jawab untuk mengontrol makan mengalami ketegangan tanpa henti. Namun dengan melakukan olahraga secara teratur bisa meningkatkan kemampuan mengontrol makan.

Meningkatkan aktivitas fisik dapat membantu mengendalikan pola makan. Merancang rencana yang lebih efektif untuk menurunkan berat badan membutuhkan pemahaman tentang bagaimana perilaku makan dapat ditimbulkan. Bagaimana perilaku tersebut berhubungan satu sama lain dan apakah mekanisme tersebut didukung oleh mekanisme neurokognitif umum.

"Banyak penelitian menunjukkan bahwa latihan fisik atau olahraga tampaknya dapat menyebabkan diet yang sehat. Bahkan, ketika olahraga disertakan dalam program penurunan berat badan, maka program tersebut akan lebih sukses," kata Dr. Miguel Alonso Alonso, seorang ahli saraf Spanyol yang bekerja di Harvard-affiliated Beth Israel Deaconess Medical Center seperti dilansir dari MedicalNewsToday, Senin (28/11/2011)

Ada bukti bahwa latihan fisik atau olahraga secara teratur dapat menyebabkan perubahan kerja dan struktur otak. Para peneliti menyimpulkan bahwa, perubahan tersebut tampaknya mendukung gagasan bahwa olahraga secara teratur memperbaiki fungsi eksekutif otak, dan peningkatan hubungan dengan korteks prefrontal. Salah satu fungsi eksekutif otak adalah kontrol inhibisi (kontrol pencegahan) yang membantu menahan perilaku impulsif seseorang.

Latihan fisik teratur menghasilkan efek potensial pada fungsi eksekutif otak, termasuk kemampuan untuk kontrol inhibisi. Sehingga dapat membantu seseorang untuk melawan banyak godaan makanan yang dihadapi sehari-hari, terutama makanan yang tinggi kalori.

"Olahraga juga membawa manfaat lain, seperti membuat otak lebih peka terhadap tanda-tanda fisiologis. Hal tersebut tidak hanya membantu untuk mengontrol nafsu makan, tetapi juga memodifikasi respon impulsif terhadap rangsangan makanan," kata para peneliti.

Sehingga manfaat dari latihan fisik yang terjadi dalam jangka pendek, yaitu mempengaruhi metabolisme. Sedangkan manfaat latihan fisik dalam jangka panjang adalah mempengaruhi perilaku. Maka itu penting untuk menyertakan olahraga dalam rutinitas sehari-hari baik di rumah, sekolah, atau kantor.

Olahraga terbukti memiliki banyak manfaat. Selain untuk manfaat kesehatan, olahraga juga dapat membantu memperbaiki penampilan dengan membantu menurunkan berat badan.

Tidak ada komentar: