Senin, 17 Oktober 2011

Fakta Tentang Gula Yang Perlu Anda Ketahui (Bagian 1)

fakta-gula-bag-1_DF
Banyak hal buruk tentang gula yang sering kita dengar. Tak sedikit orang yang mengatakan bahwa gula itu berbahaya, gula itu penyebab obesitas, gula dapat membuat Anda terkena diabetes, dan hal-hal ‘menyeramkan’ lainnya.
Kita perlu tahu kebenaran tentang gula. “Gula dalam tubuh kita, glukosa, adalah bahan bakar utama bagi tubuh dan otak”, kata David Levitsky, Ph.D., profesor ilmu psikologi dan gizi di Cornell University.
Ancaman kesehatan yang ditimbulkan oleh gula sebenarnya timbul dari tingkat yang sangat personal. Levitsky mengatakan, “Orang merasa gula itu enak. Makanan manis cenderung membuat kita makan berlebihan. Dan makan berlebih inilah yang mengancam keseimbangan energi dalam tubuh kita.”
Baca artikel berikut ini untuk mengetahui fakta yang sesungguhnya tentang gula.
Fakta Tentang Gula dan Diabetes
Gula Tidak Menyebabkan Diabetes
Terlalu banyak gula memang iya. Diabetes artinya tubuh Anda tidak dapat membuang glukosa dari darah Anda. Dan ketika glukosa tidak diproses cukup cepat, dia dapat menghancurkan jaringan, menurut Levitsky. Orang dengan diabetes tipe 1 terlahir dengan kondisi seperti itu, dan bukan gula yang menyebabkan diabetesnya. Tapi kelebihan berat badan pada anak-anak dan orang dewasa dapat menyebabkan sindrom metabolik, yang mengarah ke diabetes tipe 2.
Masih menurut Levitsky, efek negatif dari makan banyak gula adalah peningkatan glukosa. Pankreas dan reseptor insulin yang normal dapat mengatasinya, mengeliminasinya dari darah, atau menyimpannya dalam beberapa bentuk, seperti lemak.
Yang penting diperhatikan adalah pankreas tetap “normal”. Makan berlebihan memaksa pankreas Anda untuk bekerja terus menerus mengeluarkan insulin. Eric Westman, MD, seorang peneliti obesitas di Duke University Medical Center, mengatakan bahwa di zaman sekarang ini, “Memang mungkin bahwa tingginya konsumsi gula dalam jangka panjang menyebabkan kelelahan pankreas. Namun para peneliti tidak dapat memastikannya, karena tubuh dan diet setiap orang berbeda, sehingga tidak bisa disamakan untuk semua orang.
Untuk mencegah Anda dari diabetes, jika Anda kelebihan berat badan, perhatikan asupan gula Anda. Penelitian telah menunjukkan selama bertahun-tahun bahwa mengurangi 5 sampai 7 persen dari berat badan berlebih Anda dapat mengurangi risiko Anda terkena diabetes.
Fakta Tentang Gula dan High Fructose Corn Syrup (HFCS)
Menghindari HFCS Saja Tidak Akan Mencegah Anda Dari Obesitas
Pada 1970-an dan 1980-an, berat badan rata-rata orang Amerika bertambah seiring dengan penggunaan High Fructose Corn Syrup (HFCS) atau sirup jagung tinggi fruktosa dalam industri makanan karena harganya murah. Tapi ini hanya sebatas korelasi, bukan berarti konsumsi HFCS selalu menyebabkan kenaikan berat badan.
“Obesitas terjadi karena terlalu banyak asupan kalori” kata Lien Lillian, MD, Medical Director of Inpatient Diabetes Management di Duke University Medical Center. “Kebetulan bahwa banyak orang kelebihan berat badan banyak mengkonsumsi HFCS di soda dan makanan yang tinggi Indeks Glikemik seperti pada permen, makanan ringan, roti putih, dan sebagainya.
Dr .Westman mencatat bahwa efek dari makanan tinggi Indeks Glikemik dapat dikurangi dengan menambahkan protein dan lemak sehat. Misalnya mengoleskan selai kacang (protein dan lemak sehat) pada roti (pati, yang menjadi glukosa dalam tubuh) yang akan memperlambat penyerapan gula di tubuh Anda.
Jadi, yang harus Anda lakukan bukan hanya dengan menghindari konsumsi gula saja, tetapi juga pada total kalori yang Anda makan tiap hari. Ini penting karena obesitas artinya membuat Anda berisiko mengalami berbagai masalah kesehatan lebih besar dari orang yang kurus.
Nah, masih ada beberapa fakta lain tentang gula yang perlu Anda ketahui. Nantikan di artikel selanjutnya.

Tidak ada komentar: