Seorang pemuda karyawan sebuah kantor sering mengeluhkan tentang karirnya. Ia merasakan bahwa setiap kali bekerja, tidak mendapatkan kepuasan. Karirnya sulit naik, Gaji yang didapat pun tidak sesuai dengan apa yang diharapkan. Karena itu ia pun sering berpindah-pindah tempat kerja. Ia berharap, dengan cara itu ia bisa memperoleh pekerjaan yang memberikannnya kepuasan, dari segi karir, maupun gaji.
Setelah sekian lama ia berganti pekerjaan, bukannya kepuasan yang ia dapat, namun justru sering muncul penyesalan. Setiap kali pindah pekerjaan, ia merasa menjumpai banyak kendala. Dan, begitu seterusnya.
Suatu ketika, pemuda itu berjumpa dengan kawan lamanya. Kawan lama itu sudah menduduki posisi direktur muda di sebuah perusahaan. Pemuda itu pun lantas bertanya, bagaimana caranya si kawan bisa memperoleh kedudukan yang tinggi dengan waktu yang relative cepat.
"Kamu dekat dengan bosmu ya?" Tanya si pemuda penasaran.
Kawan lamanya itu hanya tersenyum. Ia tahu, si pemuda curiga padanya bahwa posisi saat ini dikarenakan faktor koneksi.
"Memang, aku dekat dengan bos aku." Jawab kawan itu, "Tapi aku juga dekat dengan semua orang di kantorku. Bahkan, sebenarnya aku berhubungan dekat dengan semua orang, baik dari yang paling bawah sampai paling atas. Kamu curiga ya? Aku bernepotisme karena bisa menduduki posisi tinggi dalam waktu cepat?"
Dengan malu, pemuda itu segera meminta maaf, "Bukan itu maksud aku. Aku sebenarnya kagum dengan kamu. Masih seusia aku, tapi punya prestasi yang luar biasa sehingga bisa jadi direktur muda."
Setelah menceritakan keadaannya sendiri, si pemuda kembali bertanya, “Kawan, apa sih sebenarnya rahasia sukses kamu?”
Dengan tersenyum bijak si kawan menjawab, "Aku tak punya rahasia apapun. Yang kulakukan adalah mengaktualisasikan diriku atau fokus pada kekuatan yang aku punyai, dan berusaha mengurangi kelemahan-kelemahan yang aku miliki. Itu saja yang kulakukan. Mudahkan?"
"Maksudmu bagaimana?"
"Aku pun sebenarnya pernah mengalami hal yang sama denganmu, merasa jenuh dengan pekerjaan yang ada dan juga tak bisa naik jabatan. Namun, suatu ketika, aku menemukan bahwa ternyata aku punya kemampuan lebih di bidang pemasaran. Maka, aku pun mencoba untuk fokus di bidang pemasaran. Aku menikmati bertemu dengan banyak orang. Selain itu, aku pun mencoba terus belajar untuk mengusir kejenuhan pada pekerjaan. Dan, inilah yang aku dapatkan.”
Pembaca yang berbahagia,
Jangan kita memilih pindah tempat kerja hanya karena ingin “melarikan diri” dari masalah. Seringkali kita merasakan sudah berjuang maksimal tetapi belum mendapatkan yang kita inginkan. Jangan pernah putus asa! Kita belum berhasil bukan karena kita tidak mampu, namun, kita belum memaksimalkan semua kekuatan yang kita miliki.
Jika kita mau mengaktualisasikan diri dengan menggali kemampuan dalam diri terus menerus, niscaya, karir kita pasti akan meningkat lebih pesat dan kesuksesan menanti kita disana.
English Version....
A young employee of an office often complained about her career. He felt that every time work, do not get satisfaction. Hard up her career, salary was not obtained in accordance with what is expected. Therefore he moved around a lot at work. He hopes, in a way that he could get memberikannnya job satisfaction, in terms of career, and salary.
After all this time he changed jobs, rather than the satisfaction that he can, but it often appears regrets. Every time a change, he was encountered many obstacles. And so on.
One time, the young man met an old friend. Old friend had already occupied the position of youth director in a company. The youth was then asked, how the friend could get a high position with a relatively quick time.
"You're close to the boss huh?" Asked the boy wonder.
Old friend just smiled. He knew, the boy suspected him that the current position due to the connection factor.
"Indeed, I was close to boss me." Friend replied, "But I'm also close with everyone in my office. In fact, I actually closely related to all people, both from the bottom to the top. You suspect it? Bernepotisme because I could occupy high positions in quick time?"
Embarrassed, the young man immediately apologized, "It's not that I mean. I was really impressed with you. Still my age, but had a remarkable achievement that could be a young director."
After telling his own state, the young man again asked, "Comrade, what's the secret of success really you?"
With a smile the wise friend answered, "I do not have any secrets. All I do is to actualize myself or focus on the strengths that I have, and try to reduce the weaknesses that I have. That's what I do. Make it easy?"
"What do you mean?"
"I had actually been through the same thing to you, feel saturated with existing work and also could not take office. However, one day, I discovered that I have more ability in the field of marketing. So I try to focus on the field marketing. I enjoyed meeting with many people. Also, I was trying to keep learning to get rid of boredom on the job. And, this is what I get. "
Readers are happy,
Do we choose to move where the work just to "run away" from problems. Often we feel are struggling maximum but not getting what we want. Do not despair! We have not succeeded not because we are not able, however, we do not maximize all the power we have.
If we are to actualize ourselves with the ability to dig themselves continuously, inevitably, our careers would have increased more rapidly and success awaits us there.
Rabu, 25 November 2009
Setiap Insan Adalah Spesial / Each insan is special
Alkisah, disebuah kelas sekolah dasar, bu guru memulai pelajaran dengan topik bahasan, "Setiap insan adalah spesial". Kehadiran manusia di dunia ini begitu berarti dan penting. "Anak-anakku, kalian, setiap anak adalah penting dan spesial bagi ibu. Semua guru menyayangi dan mengajar kalian karena kalian adalah pribadi yang penting dan spesial. Hari ini ibu khusus membawa stiker bertuliskan warna merah "Aku adalah spesial". Kalian maju satu persatu, ibu akan menempelkan stiker ini di dada sebelah kiri kalian". Dengan tertib anak-anak maju satu persatu untuk menerima stiker dan sebuah kecupan sayang dari bu guru mereka. Setelah selesai, bu guru melanjutkan "Ibu beri kalian masing-masing tambahan 4 stiker. Beri dan tempelkan 1 kepada orang yang kalian anggap spesial, sebagai ungkapan rasa hormat dan terima kasih dan kemudian serahkan 3 stiker lainnya untuk diteruskan kepada orang yang dirasa spesial pula olehnya, begitu seterusnya. Mengerti kan.......".
Sepulang sekolah, seorang murid pria mendatangi sebuah kantor, diapun memberikan stikernya kepada seorang manajer di sana. "Pak, bapak adalah orang yang spesial buat saya. Karena nasehat-nasehatpak berikan, sekarang saya telah menjadi pelajar yang lebih baik dan bertanggung jawab. Ini ada 3 stiker yang sama, bapak bisa melakukan hal yang sama, memberikannya kepada siapapun yang menurut bapak pantas menerimanya".
Lewat beberapa hari, manajer tersebut menemui pimpinan perusahaannya yang emosional dan sulit untuk didekati. Tetapi mempunyai pengetahuan yang luas dan telah memberi banyak pelajaran hingga dia bisa menjadi seperti hari ini. Awalnya sang pemimpin terkesima, namun setelah mengetahui alasan pemberian stiker itu, dia pun menerimanya dengan haru. Sambil mengangsurkan si manajer berkata,"Ini ada 1 stiker yang tersisa. Bapak bisa melakukan yang sama kepada siapapun yang pantas menerima rasa sayang dari bapak". Sesampai di rumah, bergegas ditemui putra tunggalnya. "Anakku, selama ini ayah tidak banyak memberi perhatian kepadamu, meluangkan waktu untuk menemanimu. Maafkan ayahmu yang sering kali marah-marah karena hal-hal sepele yang telah kamu lakukan dan ayah anggap salah. Malam ini, ayah ingin memberi stiker ini dan memberitahu kepadamu bahwa bagi ayah, selain ibumu, kamu adalah yang terpenting dalam hidup ayah. Ayah sayang kepadamu". Setelah kaget sesaat, si anak balas memeluk ayahnya sambil menangis sesenggukan. "Ayah, sebenarnya aku telah berencana telah bunuh diri. Aku merasa hidupku tidak berarti bagi siapapun dan ayah tidak pernah menyayangiku. Terima kasih ayah". Mereka pun berpelukan dalam syukur dan haru serta berjanji untuk saling memperbaiki diri.
Pembaca yang luar biasa,
Kehidupan layaknya seperti pantulan sebuah cermin. Dia akan bereaksi yang sama seperti yang kita lakukan. Begitu pentingnya bisa menghargai dan menempatkan orang lain di tempat yang semestinya. memuji orang lain dengan tulus juga merupakan ilmu hidup yang sehat, bahkan sering kali pujian yang diberikan disaat yang tepat akan memotivasi orang yang dipuji, membuat mereka bertambah maju dan berkembang, dan hubungan diantara kitapun akan semakin harmonis, mari kita mulai dari diri kita sendiri, belajar memberi pujian, menghormati dan memperhatikan orang lain dengan tulus dengan demikian kehidupan kita pasti penuh gairah, damai dan mengembirakan.
Salam sukses luar biasa!
English Version..
Once there, in one elementary school classes, not the teacher started the lesson with the topic, "Every human being is special". Human presence in the world is so meaningful and important. "My children, you, every child is important and special for the mother. All the teachers love you and teach you because you are personally important and special. Today is a special mother carrying a red sticker that said" I am special ". You go one by one , the mother would put this sticker on your left breast ". The orderly progress of children one by one to receive a sticker and a kiss of affection from their teachers instead. When finished, bu the teacher continued "I give you each additional sticker 4. Give and pin 1 to the person who you think is special, as an expression of respect and thanks and then leave the other 3 stickers to be forwarded to the person who did it felt special , and so on. See what .......".
After school, one student went to an office man, And he gave stickers to a manager there. "Sir, my father was a special person for me. Nasehatpak For advice-giving, now I've become a better learner and responsible. This is the same sticker 3, you could do the same thing, give it to anyone who think the father deserves accept it ".
Through a few days, the manager led the company to meet the emotional and difficult to approach. But have a broad knowledge and have given many lessons until she could be like today. Initially the leader stunned, but after noticing a sticker giving the reasons, he was accepted with emotion. Handing him the manager said, "This is the remaining 1 sticker. You can do the same to anyone who deserves compassion of the father". Arriving at the house, rushed to find his only son. "My son, during the father did not pay much attention to you, spend time with you.'m Sorry your father who often angry because the little things you've done and dad think is wrong. Tonight, the father wants to give these stickers and told to that for the father, other than your mother, you are the most important thing in life father. I love you ". After a stunned moment, the boy hugged his father, sobbing. "Daddy, I actually had planned to have committed suicide. I felt my life was not meant for anyone and my father never loved me. Thank you father". They also embraced in gratitude and emotion, and promised to improve each other.
Readers are extraordinary,
Life like as a reflection of a mirror. He will react the same way we did. Once the importance to respect and put others in the proper place. praising others is also a genuinely healthy life sciences, often in times of praise given the right to motivate people who are praised, making them look up and developed, and the relationship between we shall increasingly harmonious, let's start from ourselves, learn to give praise, respect and caring for others with sincerity in our lives must be so full of passion, peace and
Sepulang sekolah, seorang murid pria mendatangi sebuah kantor, diapun memberikan stikernya kepada seorang manajer di sana. "Pak, bapak adalah orang yang spesial buat saya. Karena nasehat-nasehatpak berikan, sekarang saya telah menjadi pelajar yang lebih baik dan bertanggung jawab. Ini ada 3 stiker yang sama, bapak bisa melakukan hal yang sama, memberikannya kepada siapapun yang menurut bapak pantas menerimanya".
Lewat beberapa hari, manajer tersebut menemui pimpinan perusahaannya yang emosional dan sulit untuk didekati. Tetapi mempunyai pengetahuan yang luas dan telah memberi banyak pelajaran hingga dia bisa menjadi seperti hari ini. Awalnya sang pemimpin terkesima, namun setelah mengetahui alasan pemberian stiker itu, dia pun menerimanya dengan haru. Sambil mengangsurkan si manajer berkata,"Ini ada 1 stiker yang tersisa. Bapak bisa melakukan yang sama kepada siapapun yang pantas menerima rasa sayang dari bapak". Sesampai di rumah, bergegas ditemui putra tunggalnya. "Anakku, selama ini ayah tidak banyak memberi perhatian kepadamu, meluangkan waktu untuk menemanimu. Maafkan ayahmu yang sering kali marah-marah karena hal-hal sepele yang telah kamu lakukan dan ayah anggap salah. Malam ini, ayah ingin memberi stiker ini dan memberitahu kepadamu bahwa bagi ayah, selain ibumu, kamu adalah yang terpenting dalam hidup ayah. Ayah sayang kepadamu". Setelah kaget sesaat, si anak balas memeluk ayahnya sambil menangis sesenggukan. "Ayah, sebenarnya aku telah berencana telah bunuh diri. Aku merasa hidupku tidak berarti bagi siapapun dan ayah tidak pernah menyayangiku. Terima kasih ayah". Mereka pun berpelukan dalam syukur dan haru serta berjanji untuk saling memperbaiki diri.
Pembaca yang luar biasa,
Kehidupan layaknya seperti pantulan sebuah cermin. Dia akan bereaksi yang sama seperti yang kita lakukan. Begitu pentingnya bisa menghargai dan menempatkan orang lain di tempat yang semestinya. memuji orang lain dengan tulus juga merupakan ilmu hidup yang sehat, bahkan sering kali pujian yang diberikan disaat yang tepat akan memotivasi orang yang dipuji, membuat mereka bertambah maju dan berkembang, dan hubungan diantara kitapun akan semakin harmonis, mari kita mulai dari diri kita sendiri, belajar memberi pujian, menghormati dan memperhatikan orang lain dengan tulus dengan demikian kehidupan kita pasti penuh gairah, damai dan mengembirakan.
Salam sukses luar biasa!
English Version..
Once there, in one elementary school classes, not the teacher started the lesson with the topic, "Every human being is special". Human presence in the world is so meaningful and important. "My children, you, every child is important and special for the mother. All the teachers love you and teach you because you are personally important and special. Today is a special mother carrying a red sticker that said" I am special ". You go one by one , the mother would put this sticker on your left breast ". The orderly progress of children one by one to receive a sticker and a kiss of affection from their teachers instead. When finished, bu the teacher continued "I give you each additional sticker 4. Give and pin 1 to the person who you think is special, as an expression of respect and thanks and then leave the other 3 stickers to be forwarded to the person who did it felt special , and so on. See what .......".
After school, one student went to an office man, And he gave stickers to a manager there. "Sir, my father was a special person for me. Nasehatpak For advice-giving, now I've become a better learner and responsible. This is the same sticker 3, you could do the same thing, give it to anyone who think the father deserves accept it ".
Through a few days, the manager led the company to meet the emotional and difficult to approach. But have a broad knowledge and have given many lessons until she could be like today. Initially the leader stunned, but after noticing a sticker giving the reasons, he was accepted with emotion. Handing him the manager said, "This is the remaining 1 sticker. You can do the same to anyone who deserves compassion of the father". Arriving at the house, rushed to find his only son. "My son, during the father did not pay much attention to you, spend time with you.'m Sorry your father who often angry because the little things you've done and dad think is wrong. Tonight, the father wants to give these stickers and told to that for the father, other than your mother, you are the most important thing in life father. I love you ". After a stunned moment, the boy hugged his father, sobbing. "Daddy, I actually had planned to have committed suicide. I felt my life was not meant for anyone and my father never loved me. Thank you father". They also embraced in gratitude and emotion, and promised to improve each other.
Readers are extraordinary,
Life like as a reflection of a mirror. He will react the same way we did. Once the importance to respect and put others in the proper place. praising others is also a genuinely healthy life sciences, often in times of praise given the right to motivate people who are praised, making them look up and developed, and the relationship between we shall increasingly harmonious, let's start from ourselves, learn to give praise, respect and caring for others with sincerity in our lives must be so full of passion, peace and
Menu, Masakan Lidah,,,,/Tongue Dishes
Suatu ketika, ada seorang raja yang akan memilih perdana menteri untuk kerajaannya. Beberapa calon telah diuji, hingga tinggallah satu calon yang dianggapnya paling mumpuni karena memiliki kecerdasan dan sifat bijak. Namun, sebelum raja berketetapan menjadikannya sebagai perdana menteri, raja masih ingin memastikan bahwa pemuda pilihannya tak salah. Karena itu, raja pun memanggil pemuda calon perdana menteri tersebut.
"Wahai pemuda, tahukah kamu masakan yang paling baik di dunia? Dan, tolong masakkan aku makanan terbaik di dunia ini," titah sang raja.
Mendengar perintah tersebut, sang pemuda segera pergi ke pasar. Ia berjalan-jalan keliling di pasar sambil berpikir apa yang terbaik untuk dimasak bagi sang raja. Setelah lama berpikir, akhirnya dia memilih untuk membeli lidah sapi. Sesampai di rumah, dia segera memasak lidah sapi itu menjadi lima jenis sayuran dan segera diantarnya ke istana.
Raja segera menyantap hidangan yang diberikan oleh sang calon perdana menteri. Sembari mencicip, ia pun bertanya, "Masakan ini enak sekali, dibuat dari apakah sayuran ini?"
Sang pemuda pun menjawab, "Paduka yang mulia, sayur ini semuanya saya buat dari lidah sapi."
Raja pun bertanya, bagaimana sang pemuda memutuskan memilih lidah sapi sebagai masakan yang terbaik untuk sang raja. "Dari sekian banyak daging yang mahal, mengapa kamu justru memilih lidah sapi untuk dimasak?"
Sang pemuda pun menjawab, "Di dunia ini, lidah adalah salah satu komponen terpenting dan paling membawa manfaat Baginda. Raja bisa mengucapkan titah dengan lidah. Selain itu, lidah juga bisa mengabarkan hal yang baik-baik serta positif. Hebatnya lagi, dengan lidah kita juga bisa menyadarkan orang yang putus asa, bisa membuat yang kesepian jadi bahagia dan gembira."
Sang raja pun sangat puas dan senang dengan penuturan sang calon perdana menteri. Ungkapan bijak yang diceritakan dengan runtut membuat raja merasa pilihannya tak salah. Namun, sebagai raja yang punya pengalaman sangat luas, raja pun ingin mengujinya lebih lanjut. Maka, raja pun berujar kepada sang calon perdana menteri, "Sungguh, aku kagum dengan pemikiranmu. Namun, aku masih penasaran. Karena itu, kali ini cobalah buatkan aku makanan yang paling buruk di dunia."
Sang pemuda terlihat berpikir keras. Namun, ia lantas tersenyum, seperti menemukan jawaban dari titah tersebut. Maka, keesokan harinya, ia pun pergi ke pasar untuk mencari bahan makanan untuk membuat masakan paling buruk di dunia. Sesampainya di rumah, segeralah dimasaknya bahan tersebut menjadi lima masakan untuk sang raja.
Makanan itu pun segera disuguhkan pada baginda. Namun, saat melihat masakan tersebut, sang raja segera bertanya. "Apa yang kamu lakukan. Mengapa kamu kembali memasak lidah sapi untuk kau suguhkan padaku? Bukankah aku meminta kamu memasak makanan paling buruk di dunia? Sedangkan tempo hari, kamu saat aku minta masakan terbaik, kamu juga memasak lidah. Tapi, sebaliknya, kini kamu juga masak lidah sebagai masakan terburuk?"
Sang pemuda calon perdana menteri pun segera menjelaskan maksudnya, "Baginda yang mulia, di dunia ini lidah sangat berguna dan membawa banyak kebaikan. Namun, pada sisi yang lain, lidah juga bisa membawa keburukan. Lidah bisa membuat kata-kata yang salah, membuat fitnah yang mengadu domba antar manusia. Lidah yang salah akan melahirkan masalah. Lidah yang dipenuhi hal negatif akan membawa pengaruh yang bisa membuat keluarga bahkan negara tak lagi utuh. Karena itu, lidah bisa membawa kebaikan dan sekaligus keburukan. Jika ditujukan untuk kebenaran, akan menghasilkan kebahagiaan. Jika salah digunakan, bisa mendatangkan kenestapaan."
Sang raja pun makin terkagum-kagum dengan pemuda pilihannya itu. Maka, sang raja pun menobatkannya menjadi perdana menteri kerajaan dan si pemuda pun terbukti mampu menjalankan amanah sebagai pemimpin dengan penuh kebijaksanaan.
Netter yang luar biasa,
Lidah memang tak setajam pisau. Namun, dengan lidah, kita bisa membunuh dan melukai. Melalui kalimat yang terucap, dengan untaian kata yang terangkai, jika tak hati-hati dan dilandasi kebijaksanaan, lidah dapat menjadi "pisau" tajam yang menghujam hingga ke relung hati. Teman bisa jadi musuh, relasi bisa jadi tak lagi peduli, persaudaraan pun bisa terpecah belah.
Karena itu, gunakan lidah dengan hati-hati. Biasakan lidah mengucap kata penuh makna. Jadikan lidah penyambung tali saudara. Untai kalimat positif di setiap saat. Sebab, hanya dengan ucapan yang penuh tanggung jawab, kita akan jadi manusia berguna. Tentunya, bukan sekadar ucapan di ujung lidah belaka. Namun, harus pula disertai tindakan yang membawa manfaat nyata.
Mari, hiasi lidah dengan kebaikan, maka hidup akan bertaburkan kebahagiaan.
English Version...
One time, there was a king who will choose the prime minister for the kingdom. Several candidates have been tested, to stay one candidate it deems most qualified because of the nature of intelligence and wisdom. However, before the king determined to make as prime minister, the king still wanted to make sure that the youth was one of the options. Therefore, the king summoned the young prime minister candidate.
"O youth, do you know the best cuisines in the world? And, please masakkan me the best food in the world," the king's edict.
Heard the command, the young man immediately went to the market. He walks around in the market, wondering what is best to cook for the king. After long thought, he finally chose to buy a cow's tongue. When she got home, he immediately cooked cow tongue into five types of vegetables and diantarnya to the palace immediately.
King immediately meal provided by the prospective prime minister. As I sip, he asked, "Food is very good, made of whether these vegetables?"
The young man replied, "Your Majesty is glorious, this vegetable I make everything from beef tongue."
King was asked, how the young man decided on a cow's tongue as the best food for the king. "With so many expensive meat, why do you instead choose to cook beef tongue?"
The young man replied, "In this world, the tongue is one of the most important component and at least bring the benefits of His Majesty. The king can say the edict with his tongue. In addition, the tongue can also preach the good and positive.'s Even more remarkable, with our tongue can also realize people are desperate, the lonely can make so happy and excited. "
The king was very satisfied and pleased with the narrative of the candidate prime minister. Adage coherently narrated by making the king feel no wrong choice. However, as the king who had vast experience, the king also wanted to test it further. So, the king had said to the prospective prime minister, "Really, I'm impressed with your thinking. However, I'm still curious. Therefore, this time I try to make the worst food in the world."
The young man looked thoughtful. However, he then smiled, like finding the answer to these decrees. So, the next day, he went to the market for food ingredients to make the worst food in the world. At home, immediately cooked ingredients into five dishes for the king.
The food was immediately served to the king. However, when viewing these dishes, the king immediately asked. "What are you doing. Why do you come back to cook beef tongue for you suguhkan me? Did I ask you to cook food in the world's worst? The other day, I ask you as the best food, you also cook the tongue. But, on the other hand, now you also cook the tongue as the worst food? "
The young candidate was prime minister immediately to the point, "the glorious Majesty, the world's tongue is very useful and bring a lot of good. However, on the other hand, the tongue also can bring harm. The tongue can get the words wrong, making defamation the pitting of man. The tongue is wrong to give birth problems. The tongue is full of negative things that will bring influence to make the family no longer even the whole country. Therefore, the tongue can bring both good and bad. If directed to the truth, will yield happiness . If one is used, can bring grief. "
The king was even more amazed by the youth's choice. So, the king menobatkannya become prime minister and the young royal had proven capable of running the mandate as a leader with great wisdom.
Remarkable Netter,
The tongue is not as sharp as a knife. However, with the tongue, we can kill and injure. Through the spoken sentence, with a string of words strung, if not carefully and based on wisdom, the tongue can be a "knife" sharp niche Menghujam to heart. Friends can become enemies, the relationship could be no longer cares, fraternity could disintegrate.
Therefore, use your tongue carefully. Familiarize tongue spoken word full of meaning. Make civil tongue strap connector. Strand positive sentence in every moment. Because, just by saying that full responsibility, we will be a useful human being. Of course, not just words on the tip of the tongue alone. However, it should be accompanied by actions that bring real benefits.
Come, garnished with a good tongue, then life will be studded happiness.
"Wahai pemuda, tahukah kamu masakan yang paling baik di dunia? Dan, tolong masakkan aku makanan terbaik di dunia ini," titah sang raja.
Mendengar perintah tersebut, sang pemuda segera pergi ke pasar. Ia berjalan-jalan keliling di pasar sambil berpikir apa yang terbaik untuk dimasak bagi sang raja. Setelah lama berpikir, akhirnya dia memilih untuk membeli lidah sapi. Sesampai di rumah, dia segera memasak lidah sapi itu menjadi lima jenis sayuran dan segera diantarnya ke istana.
Raja segera menyantap hidangan yang diberikan oleh sang calon perdana menteri. Sembari mencicip, ia pun bertanya, "Masakan ini enak sekali, dibuat dari apakah sayuran ini?"
Sang pemuda pun menjawab, "Paduka yang mulia, sayur ini semuanya saya buat dari lidah sapi."
Raja pun bertanya, bagaimana sang pemuda memutuskan memilih lidah sapi sebagai masakan yang terbaik untuk sang raja. "Dari sekian banyak daging yang mahal, mengapa kamu justru memilih lidah sapi untuk dimasak?"
Sang pemuda pun menjawab, "Di dunia ini, lidah adalah salah satu komponen terpenting dan paling membawa manfaat Baginda. Raja bisa mengucapkan titah dengan lidah. Selain itu, lidah juga bisa mengabarkan hal yang baik-baik serta positif. Hebatnya lagi, dengan lidah kita juga bisa menyadarkan orang yang putus asa, bisa membuat yang kesepian jadi bahagia dan gembira."
Sang raja pun sangat puas dan senang dengan penuturan sang calon perdana menteri. Ungkapan bijak yang diceritakan dengan runtut membuat raja merasa pilihannya tak salah. Namun, sebagai raja yang punya pengalaman sangat luas, raja pun ingin mengujinya lebih lanjut. Maka, raja pun berujar kepada sang calon perdana menteri, "Sungguh, aku kagum dengan pemikiranmu. Namun, aku masih penasaran. Karena itu, kali ini cobalah buatkan aku makanan yang paling buruk di dunia."
Sang pemuda terlihat berpikir keras. Namun, ia lantas tersenyum, seperti menemukan jawaban dari titah tersebut. Maka, keesokan harinya, ia pun pergi ke pasar untuk mencari bahan makanan untuk membuat masakan paling buruk di dunia. Sesampainya di rumah, segeralah dimasaknya bahan tersebut menjadi lima masakan untuk sang raja.
Makanan itu pun segera disuguhkan pada baginda. Namun, saat melihat masakan tersebut, sang raja segera bertanya. "Apa yang kamu lakukan. Mengapa kamu kembali memasak lidah sapi untuk kau suguhkan padaku? Bukankah aku meminta kamu memasak makanan paling buruk di dunia? Sedangkan tempo hari, kamu saat aku minta masakan terbaik, kamu juga memasak lidah. Tapi, sebaliknya, kini kamu juga masak lidah sebagai masakan terburuk?"
Sang pemuda calon perdana menteri pun segera menjelaskan maksudnya, "Baginda yang mulia, di dunia ini lidah sangat berguna dan membawa banyak kebaikan. Namun, pada sisi yang lain, lidah juga bisa membawa keburukan. Lidah bisa membuat kata-kata yang salah, membuat fitnah yang mengadu domba antar manusia. Lidah yang salah akan melahirkan masalah. Lidah yang dipenuhi hal negatif akan membawa pengaruh yang bisa membuat keluarga bahkan negara tak lagi utuh. Karena itu, lidah bisa membawa kebaikan dan sekaligus keburukan. Jika ditujukan untuk kebenaran, akan menghasilkan kebahagiaan. Jika salah digunakan, bisa mendatangkan kenestapaan."
Sang raja pun makin terkagum-kagum dengan pemuda pilihannya itu. Maka, sang raja pun menobatkannya menjadi perdana menteri kerajaan dan si pemuda pun terbukti mampu menjalankan amanah sebagai pemimpin dengan penuh kebijaksanaan.
Netter yang luar biasa,
Lidah memang tak setajam pisau. Namun, dengan lidah, kita bisa membunuh dan melukai. Melalui kalimat yang terucap, dengan untaian kata yang terangkai, jika tak hati-hati dan dilandasi kebijaksanaan, lidah dapat menjadi "pisau" tajam yang menghujam hingga ke relung hati. Teman bisa jadi musuh, relasi bisa jadi tak lagi peduli, persaudaraan pun bisa terpecah belah.
Karena itu, gunakan lidah dengan hati-hati. Biasakan lidah mengucap kata penuh makna. Jadikan lidah penyambung tali saudara. Untai kalimat positif di setiap saat. Sebab, hanya dengan ucapan yang penuh tanggung jawab, kita akan jadi manusia berguna. Tentunya, bukan sekadar ucapan di ujung lidah belaka. Namun, harus pula disertai tindakan yang membawa manfaat nyata.
Mari, hiasi lidah dengan kebaikan, maka hidup akan bertaburkan kebahagiaan.
English Version...
One time, there was a king who will choose the prime minister for the kingdom. Several candidates have been tested, to stay one candidate it deems most qualified because of the nature of intelligence and wisdom. However, before the king determined to make as prime minister, the king still wanted to make sure that the youth was one of the options. Therefore, the king summoned the young prime minister candidate.
"O youth, do you know the best cuisines in the world? And, please masakkan me the best food in the world," the king's edict.
Heard the command, the young man immediately went to the market. He walks around in the market, wondering what is best to cook for the king. After long thought, he finally chose to buy a cow's tongue. When she got home, he immediately cooked cow tongue into five types of vegetables and diantarnya to the palace immediately.
King immediately meal provided by the prospective prime minister. As I sip, he asked, "Food is very good, made of whether these vegetables?"
The young man replied, "Your Majesty is glorious, this vegetable I make everything from beef tongue."
King was asked, how the young man decided on a cow's tongue as the best food for the king. "With so many expensive meat, why do you instead choose to cook beef tongue?"
The young man replied, "In this world, the tongue is one of the most important component and at least bring the benefits of His Majesty. The king can say the edict with his tongue. In addition, the tongue can also preach the good and positive.'s Even more remarkable, with our tongue can also realize people are desperate, the lonely can make so happy and excited. "
The king was very satisfied and pleased with the narrative of the candidate prime minister. Adage coherently narrated by making the king feel no wrong choice. However, as the king who had vast experience, the king also wanted to test it further. So, the king had said to the prospective prime minister, "Really, I'm impressed with your thinking. However, I'm still curious. Therefore, this time I try to make the worst food in the world."
The young man looked thoughtful. However, he then smiled, like finding the answer to these decrees. So, the next day, he went to the market for food ingredients to make the worst food in the world. At home, immediately cooked ingredients into five dishes for the king.
The food was immediately served to the king. However, when viewing these dishes, the king immediately asked. "What are you doing. Why do you come back to cook beef tongue for you suguhkan me? Did I ask you to cook food in the world's worst? The other day, I ask you as the best food, you also cook the tongue. But, on the other hand, now you also cook the tongue as the worst food? "
The young candidate was prime minister immediately to the point, "the glorious Majesty, the world's tongue is very useful and bring a lot of good. However, on the other hand, the tongue also can bring harm. The tongue can get the words wrong, making defamation the pitting of man. The tongue is wrong to give birth problems. The tongue is full of negative things that will bring influence to make the family no longer even the whole country. Therefore, the tongue can bring both good and bad. If directed to the truth, will yield happiness . If one is used, can bring grief. "
The king was even more amazed by the youth's choice. So, the king menobatkannya become prime minister and the young royal had proven capable of running the mandate as a leader with great wisdom.
Remarkable Netter,
The tongue is not as sharp as a knife. However, with the tongue, we can kill and injure. Through the spoken sentence, with a string of words strung, if not carefully and based on wisdom, the tongue can be a "knife" sharp niche Menghujam to heart. Friends can become enemies, the relationship could be no longer cares, fraternity could disintegrate.
Therefore, use your tongue carefully. Familiarize tongue spoken word full of meaning. Make civil tongue strap connector. Strand positive sentence in every moment. Because, just by saying that full responsibility, we will be a useful human being. Of course, not just words on the tip of the tongue alone. However, it should be accompanied by actions that bring real benefits.
Come, garnished with a good tongue, then life will be studded happiness.
Langganan:
Komentar (Atom)